Minggu, 13 Juni 2010

RSU RA.KARTINI JEPARA,RSU RA.Kartini Jepara Jateng


RSU KARTINI JEPARA,RSU Kartini Jepara Jateng

Rumah Sakit umum RA.KARTINI JEPARA yang dulu bernama Rumah Sakit Umum Kabupaten Jepara semula adalah sekolah untuk anak-anak Belanda dan yang bersekolah anak¬anak ningrat dan piyayi. Ra.Kartini, Rukmini dan RA. Kardinah serta putra¬putri Jepara lainnya juga sekolah ditempat tersebut dan guru-gurunya sebagian besar orang-orang Belanda. Bahasanya juga bahasa Belanda.
Setelah sekolah tersebut selesai dibangunan (yaitu sebelah barat alon-alon jepara/sekarang SLTP I Jepara, maka bekas sekolah tersebut dialih fungsikan menjadi sebuah Balai Pengobatan kecil.
Balai pengobatan itu dilayani oleh beberapa orang dokter dan beberapa tenaga kesehatan, mengingat balai itu merupakan satu-satunya lembaga pelayanan kesehatan sehingga banyak dikunjungi orang, penderita terbanyak adalah penyakit Malaria. Balai pengobatan tersebut oleh Pemerintah Hindia Belanda ditingkatkan fungsinya menjadi sebuah Consultatie Buerean atau sejenis Rumah Sakit.
Bekas sekolah tersebut dibagi dalam beberapa ruang pelayanan ada 3 bangsal ukuran 6 X 10 M2, 2 dua ruangan Kebidanan, 1 ruang Operasi kecil ukuran 3 X 4 M dan 1 kamar bersalin.
RSU RA.KARTINI JEPARA Setelah beberapa kali dipimpin oleh seorang dokter dari Belanda, India , Jerman dan Itali Rumah Sakit ini kepemimpinannya diserahkan kepada dr.Soeleman kemudian digantikan oleh dr.Soenardi hingga awal Kemerdekaan.
Lembaran baru muncul pada tahun 1962, saat Rumah Sakit umum RA.KARTINI JEPARA dipimpin oleh seorang dokter asli Jepara yaitu dr.Moh Hamidun Kosim, seorang dokter lulusan UGM tahun 1962. Disaat itu sarana dan prasarana sangat kurang, dokter hanya satu Dr. Moh Hamidun Kosim dan hanya dibantu oleh 2 petugas kesehatan pria dan 10 petugas wanita orang sakit dan 10 petugas pria orang sakit dan seorang petugas apotik, 6 orang staf administrasi dan 2 bidan. Karena minimnya tenaga kesehatan, maka para petugas orang sakit harus bertugas kerja ekstra keras selama 24 jam penuh. Terutama ketika terjadi kenaikan pasien karena wabah penyakit di masyarakat misalnya kolera, cacar dan lainnya.
Hanya 3 tahun dr. Moh.Hamidun Kosim menjadi Kepala Rumah Sakit akhirnya memilih menjadi Kepala Jawatan Kesehatan Rakyat Jepara. Jabatan Kepala Rumah Sakit digantikan dr.Ang Swie Giem kemudian digantikan berturut-turut Dr. Budiman, dr.Suyud, Dr, Kuncoro, dr,Sri Murtanto dan selanjutnya dr.Agustinus Subandijo.
Tanpa mengecilkan jasa dan pengabdian para Direktur diera masing-masing dr. Agustinus Subandijo memang punya andil besar dalam kepindahan Rumah Sakit Umum RA.KARTINI JRPARA dari sebelah alon-alon ketempat yang baru yaitu di Kelurahan Bapangan. Saat itu telah mulai dibicarakan pemindahan Rumah Sakit. Pertimbangan saat itu adalah adanya tuntutan perkembangan kota, menyusul akan digunakannya lokasi tersebut sebagai Kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Jepara, sebab letaknya yang bersebelahan dengan pendopo Kabupaten, apalagi Pemerintah Kabupaten telah memiliki tanah yang berada dipinggirian kota yaitu di desa Bapangan Jalan Raya Kudus KM 3, dengan berbagai pertimbangan akhirnya Pemerintah Kabupaten Jepara sepakat untuk memindahkan Rumah Sakit tersebut secara bertahap dengan target dapat mulai ditempati pada tahun 1978, karena tahun 1975 pembangunan baru dilaksanakan.
MENJADI RSU RA.KARTINI JEPARA
Semula Rumah Sakit ini hanya bernama Rumah Sakit Umum Daerah Tingkat II, namun sejak peringatan satu abad hari lahirnya RA. KARTINI yaitu tanggal 21 April 1979 barubah menjadi RUMAH SAKIT UMUM RA. KARTINI Kabupaten Daerah Tingkat II Jepara. Awal pemberian nama dari RSUD menjadi RSU RA.KARTINI Jepara sebenarnya muncul dari pihak Rumah Sakit dengan alasan untuk mengenang jasa pahlawan Nasional Wanita asal Jepara sekaligus meneruskan perjuangannya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
JEPARA GO REGENCY Hak Cipta Dilindungi Undang Undang Copyright © 2009-2010 Proudly Powered By i-bizznet @ Designed by WAONE MEDIA